Cari Tahu Cara Kelola Finansial Saat New Normal Bareng Investingmom

Posting Komentar
Kulwap Dian Savitri with Mom Academy

Ohalo, ma...lama tak sua dalam maya. Maka yuk, kita berselancar diatas keybord. Sharing cantik nan asyik seputar topik berfaedah lagi ciamik, asiik...!

Bulan Juli kaya gini, pasti waktunya anak- anak mulai masuk sekolah. Mostly mungkin tetap pembelajaran jarak jauh (during). Aku sendiri ma, anakku udah mulai daftar sekolah nih. Dan kemarin adalah hari pertamanya. Seneng, geli, tetep disatu sisi ada worry dikit sih. Secara ya, ditengah kondisi kaya gini. But, laa hawla wa quwwata illaa billah ya, ma.

Kalau aku worry soal kondisi, mungkin mama – mama diluar sana ada yang juga worry soal lain. Soal, biaya misal. Anak masuk ke sekolah bergengsi, kualitas bagus, bayarannya juga bagus, hihi. Ini bikin mama, selaku menteri keuangan keluarga musti extraordinary, ya. Pintar – pintar mengelola finansial dimasa new normal ini.

Anyway soal finansial dimasa new normal, aku ada Mbak Dian Savitri, MM., beliau seorang educator dan founder investingmom. Dari tulisan ini, kita akan sama – sama belajar dari beliau bagaimana mengelola keuangan disaat new normal kaya gini.

Secara ya, ma...di era new normal kondisi keuangan jauh berbeda dengan kondisi sebelum pandemi dulu. Ada yang pendapatannya menurun drastis, malah ada yang hilang sama sekali. Meski ada juga sih, diantara mereka tetap stabil penghasilannnya meski aktifitas dan pola kerja berkurang. 

Mengelola keuangan, kata Mbak Dian, sejatinya bukan perkara besar kecil nilai uangnya, tetapi lebih kepada bijak dan tidaknya kita mengelola. So, ada 5 langkah kelola keuangan di masa new normal dari Mbak Dian yang dapat diterapkan oleh mama.

Kelola Uang di New Normal

1. Kelola Hutang

Sekarang, yuk pahami lagi soal hutang dan aset. Hutang adalah kewajiban mengikat dan harus dibayarkan. Sedangkan aset adalah harta yang memiliki nilai ekonomis minimal 5 tahun. Hutang ideal atau hutang sehat, besarannya maksimalnya adalah sebesar 50% dari aset. Sedangkan total cicilannya maksimal sebesar 35% dari pendapatan bulanan. 

Hutang sebaiknya diprioritaskan, setelah kebutuhan pokok. Mengelola hutang secara sehat ialah dengan membayar cicilan tepat waktu, cek cashflow tahunan diluar dana darurat untuk melunasi hutang, atau bila ada kesulitan, mama bisa meminta restrukturisasi hutang dengan mengubah periode, suku bunga, besar cicilan, dan lain – lain. Sistem cicilan sekarang ini memang udah sangat longgar dan mudah ya, ma. Namun demikian, aku pribadi dan suami juga,  kurang klop mengadakan barang dengan kredit atau nyicil sih. Hopely bisa beli cash saja.

2. Dana Darurat dan Proteksi

Kalau kebutuhan pokok dan cicilan udah terbayarkan , sebaiknya dana dialokasikan untuk dana darurat. Besaran dana darurat, idealnya sebesar 6 – 12 kali pengeluaran bulanan. Instrumennya juga bermacam – macam. Ada tabungan liqiud, logam mulias, deposit, reksadana dan pasar uang, dan lain – lain. Tergantung prinsip tiap – tiap orang. Dana darurat memiliki banyak sekali fungsi dalam kondisi tertentu. Seperti ketika ada pemotongan gaji, tau – tau dirumahkan, terlebih ketika ada kerusakan aset atau terjadi kecelakaan. 

Untuk kerusakan aset dan kecelakaan, ada proteksi yang dapat mengover dana yang dibutuhkan atau habis untuk biaya kecelakaan. Bisa berupa asuransi aset, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Pada masa kondisi pandemi seperti ini, sebaiknya cek lagi asuransi kesehatan. Apakah cukup dengan BPJS, cover dari tempat kerja, atau perlu asuransi tambahan dengan benefit lain, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Priority Spending Mapping

Priority Mapping

Priority spending mapping, dapat direncanakan dengan alokasi dana, anggaran, atau membagi dalam pos – pos kebutuhan. Tiap pos besarannya bisa fleksibel. Maka dari itu, cek dulu pendapatan dan kebutuhan dalam sebulan misal, baru bagi kedalam pos kebutuhan primer sampai tersier. Setiap orang atau keluarga memiliki kebutuhan berbeda. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing – masing.

4. Evaluasi Budget Bulanan

Evaluasi budget bulanan adalah hal penting dalam mengelola finansial. Untuk mama yang pendapatan keluarganya menurun, cek dan evaluasilah pengeluaran uang. Apakah ada pengeluaran yang masih bisa ditunda, dicari alternatif yang lebih terjangkau, atau bahkan di drop sama sekali.

5. Invest in What You Know Well

Investasi tetap penting meski secara pendapatan atau kebutuhan aman – aman saja. Banyak jenis investasi yang ditawarkan diluar. Diatas itu semua, investasilah dengan cara yang sudah kita ketahui dengan baik prosedur, resiko, dan sebagainya.

Itulah ma, bagaimana cara bijak mengelola keuangan saat new normal dari Mbak Dian Savitri. Itu hanya gambaran globalnya saja tentu. Ambil yang sesuai dengan kondisi dan prinsip keluarga. Karena masing – masing pasangan dan keluarga aku yakin punya sudut pandang dan sikap berbeda pada beberapa hal diatas. Kalau kata Ippo Santosa, cara paling bijak membelanjakan harta ya dengan sedekah. Setuju?!.😊 See you in the next post, semoga bermanfaat...💗



wawa rafsanjani
Hallo, shobat pembaca. Welcome to my personal blog. Saya adalah ibu dua orang putri. Kegiatan saya sehari - hari menemani aktivitas, menjadi teman main, dan bertumbuh bersama mereka. Saya happy dan bersyukur punya mereka. Sesekali saya juga mengisi sebuah kelas di salahsatu sekolah swasta. Berjualan online, jalan - jalan tipis, kulineran, nulis, ngonten, dan masih banyak lagi. Semoga blog ini bisa nambah satu lagi referensi yang menyenangkan dan bermanfaat. Yuk, collabs with me! �� Sri.rafsanjani90@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar