4 Langkah Mudah Bersihkan Daun Telinga Si Kecil Tanpa Drama

Posting Komentar
Suatu sore, ketika saya dan keluaga duduk santai bercengkrama larut dalam hangat canda. Eh, ko ada yang mengganggu pandangan saya. Itu apa ya dilipatan telinga si kecil?...ko masih ada kotoran sih di daun telinganya. Padahal ketika mandi saya rajin lho gosok daun telinganya. Tak ketinggalan lipatan – lipatannya. Tapi masih ada aja ya, yang belum terjangkau oleh tangan mama, hm...!

Terang saja, mams. Jari paling kecil kita, yaitu kelingking...kadang – kadang belum cukup kecil untuk bisa masuk kedasar lipatan telinga si kecil. Belum lagi daun telinga yang melengkung begitu bentuknya. Sifat air yang kesat dikulit pun, kurang maksimal melunturkan kotoran yang sudah mengerak, kalau tidak diimbangi dengan gerakan menggosok yang agak kuat.

Karena kebersihan badan merupakan salahsatu kebutuhan biologis si kecil yang wajib mama penuhi, maka ada baiknya kalau saya membagi tips mudah dan sederhana ini. Yappp!, saya punya empat langkah mudah bersihkan daun telinga si kecil tanpa drama, bersih sampai lipatan - lipatannya. Mams hanya perlu menyiapkan dua benda ini, Baby Oil merk apa saja dan cuttonbuds.

Oil yang Saya Pakai

Pertama, siapkan cottonbuds, baby oil merk apa saja, atau boleh pakai cussons ya, mams. Untuk babyborn, kita bisa gunakan ukuran cottonbuds yang paling kecil. Ukuran cottonbuds yang bermacam – macam, bisa disesuaikan sendiri dengan daun telinga si kecil. Pilih cottonbuds yang bagus kualitasnya. Kapas tebal dan rekat dengan gagang. Karena tidak semua cottonbuds sama kualitasnya ya, mams.


Cottonbuds Middle Size

Kedua, posisikan si kecil pada posisi wenak (PW), posisi senyaman mungkin, dan mams tetap bisa menjangkau kedua telinganya.

Ketiga, buka tutup cussons baby oil dan tuang pada ujung cottonbuds dengan menempelkan ujung cottonbuds dilubang tutup botolnyal, kemudian tuang perlahan sampai meresap.

Keempat, bersikan lipatan demi lipatan daun telinga sikecil dengan cottonbuds yang telah basah oleh baby oil dengan gerakan melingkar mengikuti lengkung daun telinga. Lakukan berulang sampai lipatan daun telinga si kecil betul – betul bersih. Karakter oil yang lumas, akan memudarkan kotoran yang sudah kering, sekalipun dengan gosokan lembut namun berulang.

Cara  ini bisa mams lakukan berkala saat babyborn atau bayi dibawah dua tahun tengah bobo dalam pangkuan. Sedangkan untuk si kecil usia 2 tahun keatas, bisa dilakukan saat si kecil sedang bagus moodnya dan mau. Oil yang digunakan juga bisa diganti dengan oil apa saja, seperti zaitun oil, dan sebagainya. Asal aman dan nyaman di kulit si kecil. 

Minya Zaitu Bisa Gantikan Baby Oil

Sebab, tidak semua minyak nyaman dikulit si kecil. Ada minyak yang meski sudah biasa digunakan untuk pijat, namun menimbulkan efek panas dikulit. Oleh karenanya, mams harus teliti dan memastikan bahwa minyak yang masm gunakan betul - betul aman dan nyaman dikulit si kecil, meski dipakai dalam takaran sedang sekalipun.

Dan mams...ukuran botol oil dan cottonbuds yang kecil, memungkinkan mams membawa dua benda ini  kemanapun. Sehingga, membersihkan telinga si kecil pun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Malu, kan...kalau daun telinga si kecil kelihatan kotor saat dia bermain diluar bersama teman – temannya. Si kecil pun akan merasa nyaman saat anggota tubuhnya bersih sempurna.

Demikian empat langkah mudah bersihkan daun telinga si kecil tanpa drama dari saya. Semoga bermanfaat ya, mams. Selamat mencoba...! Oh, iya! Apabila mams punya tips lain, boleh banget share di kolom komentar.
wawa rafsanjani
Hallo, shobat pembaca. Welcome to my personal blog. Saya adalah ibu dua orang putri. Kegiatan saya sehari - hari menemani aktivitas, menjadi teman main, dan bertumbuh bersama mereka. Saya happy dan bersyukur punya mereka. Sesekali saya juga mengisi sebuah kelas di salahsatu sekolah swasta. Berjualan online, jalan - jalan tipis, kulineran, nulis, ngonten, dan masih banyak lagi. Semoga blog ini bisa nambah satu lagi referensi yang menyenangkan dan bermanfaat. Yuk, collabs with me! �� Sri.rafsanjani90@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar