Review Buku Sayatan Maut

Posting Komentar


Cover Sayatan Maut
 " Brotoseno itu senang darah - darah pasangan yang arah rumahnya kayak kamu sama Ayub itu. Akan ada tumbal nantinya. Entah itu dari keluargamu atau keluarganya.", Omongan Kang Brata membuat bulu kudukku merinding.

"Adakah cinta yang lebih menyakitkan selain cinta yang tak berakhir dipelaminan?"

Sayatan maut menanti setiap raga yang bernyawa.


Kata Pengantar Penulis

Sayatan maut, novel baru ber-genre non fiksi based on a true story merupakan karya perdana dari seorang penulis puisi dan fiksi Risa Musafaah.

Novel ini mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita bernama Maisya. Gadis pesantren yang mengejar mimpi di ibukota. Dialah wanita tangguh, rela bekerja keras demi meraih mimpi – mimpinya. Pendidikan tinggi, karir cemerlang, kehidupan sosial, semua berhasil dibangunnya. Namun ketangguhan sosoknya nyatanya harus diuji dengan ujian bertubi – tubi.

Berawal dari kisah asmaranya. Akademik dan karir gemilang tidak berbandinglurus dengan kisah asmaranya. Hubungan asmara berbalut persahabatan kandas ditengah jalan manakala ia sangat berharap pada sosok Abi, sahabat sekaligus cintanya. Setelah sekian purnama dalam nestapa kandasnya cinta, Maisya dipertemukan dengan cinta sejati, Ayub. Ayub lelaki pesantren dambaan Maisya. Akhlak dan kedewasaan Ayub membuat Maisya melabuhkan hati.

Meski dalam perjalanan cinta keduanya menemui berbagai onak dan duri. Manakala cinta dan cita – cita hidup bersama terhalang restu orangtua Ayub. Saat adat dan tradisi menggoyah logika dan keyakinan hati untuk terus melangkahkan kaki. Maka adakah cinta yang lebih menyakitkan selain cinta yang tak berakhir di pelaminan?

Takdir berkata lain, cinta Maisya dan Ayub mempertemukan keduanya dalam mahligai rumahtangga. Babak baru kehidupan Maisya pun dimulai. Karir, cinta, dan ibu kota. Selang 9 bulan menjalani bahtera, Maisya dikarunia seorang calon putri. Namun semesta kembali menguji ketangguhan hatinya. Belum sempat ia menimang sang putri, Maisya harus menerima kenyataan bahwa sang putri telah tiada diusia kandungannya yang baru berusia 6 bulan. Hancurlah seketika harapannya.

Namun Maisya tetaplah Maisya. Ia tetap tegar menghadapi ujian ini. Seiring berjalannya waktu asanya kembali membumbung. Maisya yakin bahwa Allah punya rencana lain yang lebih indah dihari esok. Bersama Ayub, ia kembali menata hidup dan mimpi bersama. Semua karena Ayub disampingnya.

Meski tak lama kemudian, Ayub jatuh sakit. Penyakit lama Ayub menggerogoti paru dan tenggorokannya. Ayub divonis sakit kanker paru. Jiwa siapa yang tidak bergeming. Melihat sang belahan hati mengalami sakit luar biasa. Maisya menjadi semakin rapuh. Keluarga Ayub yang masih belum juga menerima kehadiran Maisya ditengah – tengah keluarga membawanya pada posisi sulit. Ia disalahkan atas kondisi suaminya itu.
Delapan hari Maisya jalanani hari – hari bersama Ayub. Ia setia mengurus suaminya di rumah sakit. Meski akhirnya Allah menjempu Ayub ke sisiNya. Dan Maisya...tetaplah seorang Maisya...


Bagian Paling Kusuka dan Klimaks

Buku ini begitu mengalun saat dibaca, hingga membuat pembaca tak terasa menghabiskan tiap lembarnya. Penulis membungkus cerita dengan sastra. Based on a true story tetapi rasa sastra. Kalimatnya sarat rasa. Puitis penuh makna. Alur ceritanya rapi, mengalir, matang. Saya pribadi berharap bahwa buku ini akan menjadi si “Sulung”, diikuti karya – karya selanjutnya. Apa yang saya paparkan diatas, belumlah dapat mewakili rasa yang akan pembaca temukan ketika membaca sendiri buku sayatan maut ini.

Baca Juga : Review Jujur Masker Kulit Manggis Hanabio Skin

Maka, silahkan menyelami rasa dan makna kehidupan yang mungkin dialami oleh siapa saja. Semua disajikan secara natural dan emosional. Buku ini sementara hanya bisa didapatkan di akun sosial media penulis, IG @musafaahrisa.

Judul Buku : Sayatan Maut
Penulis       : Risa Musafaah
Cetakan     : 2020
Penerbit     : Guepedia
Harga        : Rp. 75. 000,-
wawa rafsanjani
Hallo, shobat pembaca. Welcome to my personal blog. Saya adalah ibu dua orang putri. Kegiatan saya sehari - hari menemani aktivitas, menjadi teman main, dan bertumbuh bersama mereka. Saya happy dan bersyukur punya mereka. Sesekali saya juga mengisi sebuah kelas di salahsatu sekolah swasta. Berjualan online, jalan - jalan tipis, kulineran, nulis, ngonten, dan masih banyak lagi. Semoga blog ini bisa nambah satu lagi referensi yang menyenangkan dan bermanfaat. Yuk, collabs with me! �� Sri.rafsanjani90@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar